4 alasan kenapa santri harus memilih Capres Cawapres Nurhadi-Aldo yang diusung Koalisi Tronjal\-Tronjol Maha Asyik Indonesia?

  • Whatsapp

Di tengah situasi politik yang semakin ruwet dan tidak karuan seperti hubunganku sama kamu hari ini, terlebih banyaknya narasi persaingan politik yang menjerumuskan masyarakat ke dalam jurang perpecahan wa bil khusus jagad media sosial, muncul poros baru yang berbeda dari pasangan capres cawapres nomor 01 da 02.

Pasangan tersebut bernama Nurhadi-Aldo (biasa disingkat Dildo) yang diusung oleh Koalisi Indonesia Tronjal-Tronjol Maha Asyik. Pasangan Capres Cawapres ini muncul sekitar 2 minggu yang lalu dan langsung mendapat sambutan luar biasa di media sosial.

Read More

Uniknya, pasangan ini tidak bernomor urut 3, melainkan bernomor urut 10. Usut punya usut, ternyata pasangan Capres Cawapres tersebut hanyalah fiktif belaka. Tapi jangan salah, walaupun begitu ternyata banyak orang menyukainya dan malah saya yakin, akan banyak yang memilih pasangan ini andai saja pasangan ini benar-benar capres betulan. Oleh karena itu, penulis juga merasa perlu untuk merekomendasikan sedulur santri untuk memilih paslon Dildo ini tentu dengan beberapa alasan.

Mengajarkan Ikhlas

Di balik nomor urut sepuluh dan salam sepuluh jari yang dikampanyekan  usungan Koalisi Indonesia Tronjal-Tronjol Maha Asyik ini, ternyata menyimpan makna yang sangat luas. 1 itu bermakna Allah, dan 0 itu ikhlas yang berarti ikhlas dalam beramal apapun dengan hanya mengharap ridho Allah Swt. Wah..wah… luar biasa ya maknanya. Cocok banget sepertinya dengan akang sedulur santri semua yang sangat ihklas untuk mencintai Allah beserta Rasul-nya.

Betul, santri selalu diajarkan untuk selalu ikhlas dalam menjalankan kehidupan dengan duka citanya. Jangankan jauh dari orang tua, bekerja mengabdi pada Kiai saja ikhlas tanpa dibayar apapun, asalkan dapat mendapat berkah ilmu dan doanya poro Yai.

BACA  Islam di Negeri Cina

Membawa Misi Tertawa Bahagia

Sesuai nama koalisi yang mengusungnya, pasangan ini menghadirkan suasana yang sangat mengasyikan. Saat di mana para pendukung pasangan nomor 01 dan 02 ribut-ribut di media sosial, justru para pendukung dan simpatisan nomor 10 ini asyik tertawa dengan riang gembira. 

Betul, seringkali Paslon ini  melalui akun media sosialnya mengisi postingan-postingan dagelan yang mengocok perut. Seolah-olah admin pengelola paslon Dildo ini adalah santri yang terbiasa  tertawa dengan dagelan di pondok sehari-hari. Wallahu ‘alam, semoga admin Dildo membuka identitasnya dalam waktu dekat. Jika benar santri, apa salahnya kita mencoba berkolaborasi. Ya kolaborasi mengaji, tentunya  Qurrotul Uyun pilihan kitabnya. Lah kenapa? Sebab pasangan Dildo ini juga menyukai ketegangan yang produktif. Ketegangan yang menghasilkan keturunan haha.

Tidak Menjadikan Santri Alat Politik

Pasangan Dildo ini rupanya konsisten untuk tidak menjadikan apapun sebagai alat jualan politik termasuk santri untuk menyedot suara rakyat. Cukup dengan membuat dagelan, paslon ini sudah bisa meraup like netizen yang bijaksana dan senang tertawa.

Berbeda dengan paslon pasangan nomor 01 dan 02, mereka saling mengklaim suara santri. Mulai dari santri milenial, samapai barisan santri Kolonial.

Tidak Memainkan Isu SARA

“Agama adalah candu…”, begitu kira-kira kutipan yang sangat popular dari seorang Karl Marx. Maksudnya, agama adalah sesuatu yang dapat membuat manusia yang tertekan banyak permasalahan menjadi lebih ringan ketika bersentuhan dengan agama. Ibarat opium, agama membuat pikiran menjadi ringan.

Betul, di tengah perebutan suara yang mengatasnamakan agama, justru pasangan Dildo menghindarinya. Tidak mengklaim suara ulama A atau B dan tidak membawa identitas golongan A atau B.

Bagaimana sedulur santri, semakin yakin untuk memilih Dildo? Sudah seharusnya para sedulur santri menjadikan paslon Dildo ini sebagai alternatif pilihan, ya walaupun fiktif, setidaknya menjadi pilihan utama di media sosial supaya tidak tegang dengan pertikaian, tapi tegang dengan banyolan dan dagelan yang kadang-kadang juga seksis haha.

Tanggapan Anda

Related posts