Siapakah Firaun di Era Nabi Musa?

  • Whatsapp

Mesir Kuno adalah suatu Peradaban kuno yang berada di bagian timur Afrika. Peradaban yang dimulai pada abad 350 sebelum Masehi ini berpusat di sepanjang sungai Nil dan berkembang selama kurang lebih 3 milenium.

Secara umum, ada 3 periode peradaban Mesir Kuno berlangsung. Periode pertama adalah periode dimana kerajaan mencapai titik kestabilan. Kemudian periode kedua atau lebih dikenal dengan periode pertengahan, kerajaan mencapai fase paling tidak stabil dimana keamanan dan ekonomi kerajaan memburuk. Periode terkahir, saat kerajaan berganti, Peradaban Mesir keno mencapai masa kejayaannya. Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, sebab tidak lama setelah itu kerajaan mulai mengalami kemunduran dalam segala hal dan dapat ditundukkan oleh Kekaisaran Romawi. Hal ini sekaligus menadakan berakhirnya Kekuasaan Firaun secara resmi pada tahun 31 sebelum Masehi.

Read More

Setelah ditundukan, wilayah Mesir Ptolemius dijadikan sebagai bagian dari provinsi Romawi. Peninggalan yang paling terkenal adalah Piramida Kafre dan Spinx Agung Giza yang dibangun tahun 2500 sebelum Masehi atau lebih tua daripada itu.

Firaun (Arab: فرعون Firʻawn; bahasa Inggris: Pharaoh) merupakan gelar dalam dialog dunia modern yang digunakan untuk semua penguasa Mesir kuno di seluruh periode. Dulu, gelar ini digunakan untuk penguasa yang menggambarkan pemimpin keagamaan serta politik kesatuan Mesir Kuno hanya  sepanjang masa Kerajaan Baru, secara khusus. Untuk penyederhanaan, ada konvensi universal di antara penulis modern  menggunakan sebutan ini untuk merujuk penguasa Mesir seluruh periode. Firaun sendiri mengaku dirinya bagaikan Tuhan.

BACA  Gus Muwafiq: Ulama yang Mampu Diterima Semua Kalangan

Firaun sendiri sering digambarkan menggunakan Memes (semacam kerudung penutup kepala) dan sebuah klit (rok pendek) dengan berbagai hiasan yang digunakannya sebagai simbol kebesaranya. Ketika seorang Firaun meninggal, jasadnya diawetkan dengan ramuan khusus berupa rempah-rempah, minyak dan garam, kemudian ditutup dengan kain yang kedap udara yang diikat. Dan Firaun dimakamkan bersama dengan harta bendanya, makam Firaun berhiasakan tulisan hieroglif.

Tentang nama asli Firaun di era Nabi Musa As. itu terjadi perbedaan pendapat, namun bila mengacu pada referensi kitab tafsir Surah al-Baqarah ayat 49 dalam tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al Qurthubi dan Tafsir Athobari, nama Firaun adalah al-Walid bin Mushab. Sementara itu di kalangan barat, Firaun lebih dikenal dengan nama Ramses 1, 2 dan seterusnya. Dari sini Apakah al-Walid bin Mushab merupakan Ramses 2 serta Ramses 1.

Dalam suatu pendapat, al-Walid bin Mushab  merupakan nama Firaun era Nabi Musa As. Ialah wujud ta’riib ataupun mu’arrob, artinya bahasa ajam yang di bahasa Arabkan, menurut pendapat  tersebut tertulis: bahwa metode sejarawan Arab dalam memberikan nama seorang tokoh menggunakan penisbatan kota, daerah atau sesuatu yang mashur dan menjadikannya sebagai bapak atau anaknya. Seperti nama Abu Lahab (Api)  yang mempunyai nama asli Abdul Aziz bin Abdul Muthalib, Abu Hurairah (kucing) nama aslinya Abdurrahman ibnu Sakhr. Sehingga nama Mushab yang merupakan sebuah nama  kota di mana Firaun/Ramses tinggal. jadi bisa dipahami al-Walid bin Mushab adalah Ramses bin Mushab (sebuah kota).

Menurut Dr. Rushdi al-Badrawi seorang Profesor di Universitas Kairo mengatakan bahwa nama Firaun di zaman nabi Musa terdapat 3 nama, yaitu Ahmose, Amenhotef  dan Thutmoses. Namun pendapat ini bertentangan dengan fakta.

BACA  Rekomendasi untuk Santri Setelah Lulus

Namun yang terpenting dari kisah tentang Firaun hingga al-Quran turut andil dalam pengabadian kisahnya adalah cara kita mengambil hikmah di belakangnya.  sebab yang terutama bagi umat manusia bukanlah perdebatan nama asli Firaun, melainkan risalah Nabi Musa As. atau diutusnya beliau sebagai Nabi dan Rasul untuk menyelamatkan Bani Israil dari kejamnya Firaun serta kesombongannya  mengaku sebahai Tuhan.

Tanggapan Anda

Related posts