BPJS Naik, Santri Punya Cara Berobat Lebih Murah

  • Whatsapp

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan) tengah diisukan akan naik tahun depan. Hal ini tentunya akan semakin membuat masyarakat yang sudah terlanjur mempunyai kartu BPJS kelimpungan, terutama untuk golongan 1 dan 2, karena kenaikannya tidak tanggung-tanggung, yaitu 2 kali lipat dari harga tagihan semula.

Di tengah kenaikan tersebut, respons masyarakat sangat reaktif, bahkan banyak diantaranya mengajukan turun kelas, dari golongan 1 ke golongan 2 dan dari golongan 2 ke golongan 3. Namun, kenaikan itu tidak terlalu berpengaruh terhadap para santri di pondok pesantren, sebab mereka mempunyai cara tersendiri untuk berobat.

Read More

Pengobatan ala santri ini sangat beragam dan tidak memerlukan banyak biaya, bahkan ada juga yang gratis. Pengobatan tersebut memang terbilang alternatif dan tidak memerlukan untuk pergi ke rumah sakit. Tapi jangan diremehkan, pengobatan alternatif tersebut terbilang manjur, bahkan tidak sekedar menyembuhkan penyakit lahir, akan tetapi juga dapat menyembuhkan penyakit batin. Untuk itu, yuk kenali apa saja ragam pengobatan ala santri.

Herocyn, Obat Gatal Paling Simpel dan Murah

Penyakit gatal memang penyakit yang paling lazim di pondok pesantren, bahkan para santri berkelakar, belum sah menjadi seorang santri apabila belum merasakan penyakit gatal-gatal atau lebih dikenal dengan gudig. Artinya,penyakit gatal-gatal sudah menjadi standar kesuksesan para santri di pondok pesantren.

Nah, karena saking lazimnya penyakit ini, para santri menganggapnya ini penyakit yang biasa saja dan pengobatannya hanya cukup dengan membeli bedak herocyn, alih-alih pergi ke dokter kulit dan menghabiskan biaya yang banyak, ya walaupun pakai BPJS yang mau naik itu.

BACA  Mempertanyakan Kebenaran Dokumen Rahasia dalam Buku “Menjerat Gus Dur”

Pengobatan dengan bedak herocyn ini terbilang murah, hanya dengan mengeluarkan kocek  belasan ribu rupiah, para santri bisa menggunakannya untuk beberapa bulan ke depan. Untuk hasiatnya jangan ditanyakan lagi. Berapa ribu santri yang sudah menggunakan bedak tersebut dan bisa sembuh hanya dalam hitungan hari saja.

Penggunaannya juga sangat simpel, hanya perlu diusapkan ke muka bagian kulit yang gatal, hanya dalam semalam gatal-gatal akan mereda dan kulitnya akan mengering. Pun dengan size bedak tersebut, karena kecil, ia bisa dibawa kemanapun santri pergi. Bisa dimasukkan ke dalam kantong, ya walaupun terlihat menonjol sih. Asalkan jangan dimasukkan ke sarung saja, takut dikira yang enggak-enggak.

Doa Kiai

Jalan terkahir para santri dalam masa penyembuhan jenis penyakit apapun adalah dengan sowan kepada kyai dan mengharap doanya. Bukan hanya para santri, akan tetapi banyak juga masyarakat umum yang datang sowan kepada kiai untuk mengharap doanya. Jenis penyakitnya beragam, tidak jarang, penyakit yang diderita bukan sekedar penyakit lahir, akan tetapi juga penyakit batin.

Para kiai pun mengerti. Dengan menadahkan tangan, kyai berdoa mengharap kesembuhan lalu meniup segelas atau sebotol air minum untuk diminumkan kepada penderita penyakit. Hasilnya, bukan hanya sembuh, tapi juga mendatangkan keberkahan yang melimpah.

Soal biaya, kyai tidak pernah sekalipun meminta kepada tamunya untuk memberikan ongkos atau biaya doa. Para kyai selalu ikhlas menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat. Adapun para tamu yang memberikan amplop, para kyai menerima saja sebagai tanda bahwa kyai menghormati pemberian mereka.

Suwuk

Berbeda dari doa, suwuk juga dilakukan para kyai. Bedanya, para kyai memberikan doa, ayat alquran atau bacaan tertentu yang maknanya doa untuk dibaca  penderita penyakit atau keluarga/saudara sang penderita penyakit. Lagi-lagi bukan sekedar penyakit lahir, penyakit batin pun bisa.

BACA  Kavling Surga ; dari Mereka yang Mengaku Ulama hingga Politisi

Anak nakal, susah makan, demam, kesurupan dan penyakit lainnya, dengan metode suwuk, berkah para kyai dan tentunya pertolongan Allah Swt., penyakitnya berangsur-angsur sembuh . soal biaya, lagi-lagi kyai tidak pernah meminta ongkos atau biaya kepada para tamunya.

Beragam cara pengobatan ala santri ini memang terbilang ampuh dan manjur tanpa mengeluarkan biaya yang banyak, bahkan gratis. Tidak seperti BPJS yang terlihat murah tetapi berangsur-angsur semakin mahal, ya mirip seperti membayar cicilan motor.  Dengan pengobatan tersebut, santri tidak pernah khawatir dengan kenaikan BPJS sebesar apapun.

Tanggapan Anda

Related posts