Bahasa Arab Ala Santri

  • Whatsapp

iiih anta ladziz jiddan!

iih anta madza madza sih?”

Read More

******

Dua hari yang lalu kita merayakan hari peringatan Bahasa Arab sedunia. Tepat pada 18 Desember 1973 PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) menetapkan tanggal tersebut sebagai tanggal peringatan Bahasa Arab sedunia. Selain Bahasa Inggris, Bahasa Arab juga ditetapkan sebagai Bahasa Internasional yang wajib dipelajari terutama di pondok pesantren atau sekolah yang berada di bawah naungan Kementrian Agama. Bahasa akan menjadi terbiasa dan mudah apabila dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dipraktikkan oleh para santri di pondok pesantren. Ternyata meskipun banyak yang sebenarnya tidak sesuai kaidah gramatikal Bahasa Arab mereka tetap percaya diri melafazkannya. Karena memang modal utama yang mereka pegang adalah rasa percaya diri. salah atau benar itu nomer 21, hehehe.

Baca juga: Membangun Generasi Milenial Melalui Aksara

Kedua kalimat di atas adalah contoh kalimat yang sering digunakan oleh para santri di pondok pesantren yang menetapkan Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Untuk kalimat pertama kalau diterjemahkan secara harfiah adalah “iiih… kamu enak banget sih!” dan kalimat kedua adalah “iiih… kamu apa-apaan sih?”. Kalau orang arab mendengar percakapan ini dijamin akan mengernyitkan dahi. Lah, masa manusia enak? Enak apanya? Hahah. Kata ladziz (لذيذ) bermakna enak yang biasanya disandarkan kepada makanan. Moso manusia enak? Makan daging manusia dengan sayur kool! *eeh. Kalimat “iih kamu enak banget sih!” biasanya dilontarkan oleh seseorang sebab lawan bicaranya telah melakukan perbuatan atau perkataan yang seenaknya. Bisa diganti sesuai kaidah yang benar kok, yaitu “anta tatahaddats/tatakkallam bilaa masyaa’ir”  

BACA  BPJS Naik, Santri Punya Cara Berobat Lebih Murah

“اىت تتحدث  او تتكلم بلا مشاعر”

Juga contoh susunan kalimat yang salah saat dilontarkan kepada temannya agar tidak berlama-lama di kamar mandi. “laa tuqoddim fiil hammaam!” “ ” لا تقدّم في الحمامmereka mengartikan kalimat tersebut dengan “jangan berlama-lama di kamar mandi, dong!” padahal harusnya bukan begitu, yang benar adalah “laa tastaghriq waqtan thowiilan fiil hammaam” “لا تستغرق وقتا طويلا في الحمام” . Ternyata mereka menggunakan kata “تقدّم” sebab mengambil dari kata qodiim yang artinya lama. Santri ternyata lebih hebat dalam melakukan isytiqoq (pengambilan asal kata) daripada orang Arab asli, hehe.

Ada juga contoh kalimat lain yang keliru “afwan jiddan” “عفوا جدًّا” yang diartikan “maaf banget”. Padahal sudah cukup dengan kalimat “afwan” saja atau bisa diganti dengan “a’tadzir minkum”  “اعتذر منكم” atau lebih singkat “ma’dziroh” “معذرة” . Karena kalimat “afwan jiddan” yang berasal dari dua kata merupakan mashdar.

Baca juga: Kiai Sahal, Pesantren, dan Kebangsaan

Juga kalimat “ba’da qoliil” “بعد قليل” yang dianggap bermakna tadi atau barusan. Padahal seharusnya yang tepat adalah “qobla qoliil” “قبل قليل” . contoh, “kama qulta qobla qoliil”

كما قلت قبل قليل“seperti yang kamu katakan tadi”.

 Ada juga kalimat yang biasanya digunakan mbak-mbak santri saat ingin bercerita dengan temannya atau curhat atau bahkan ngegosip yaitu, “eh, ana saa ahkii laki” “انا ساحكي لك” yang diartikan, “eh aku mau cerita sesuatu”. Secara harfiah artinya benar, tapi secara penggunaan kurang tepat. Ini seolah ingin menceritakan cerita dongeng atau jenis cerita lainnya, lebih baik gunakan “saa ukallimuk anissyai’” “سأكلمك عن الشئ”.

Atau juga kalimat untuk pamit darimu yang mulai bosan denganku , “anaa awwalan yaa”

انا اولاً” yang diartikan secara harfiah “aku duluan ya”. Ya, kurang tepat juga, sih. Lebih tepatnya “anaa adzhabu awwalaan” “انا اذهب اولا” agar lafaz “اولا” sebagai maful muthlaq memiliki fungsi yang tepat.

BACA  Kritik Ramadhan al-Buthi Terhadap Metodologi Sejarah Sigmund Freud

Beberapa kalimat yang digunakan oleh Mbak-mbak dan Kang santri merupakan kalimat yang diterjemahkan secara harfiah. Kalau menurut Sacha Stevension youtuber dari Kanada yang sering mengunggah video beberapa kesalahan penggunaan Bahasa Inggris. Dia menyebutnya “Englinesion” untuk kalimat bahasa Inggris yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia secara harfiah. Mungkin kita bisa menyebut “Arabnesion” untuk kalimat yang diterjemahkan secara harfiah dari bahasa Indonesia, hihi.

Baca juga: Cadar Dilarang, FPI Diizinkan, Menteri Agama Maunya Apa?

Mengutip kalimat dari Kang Uu Suhardi, “hal yang salah jika dilakukan berkali-kali bisa berubah menjadi sesuatu yang dibenarkan. Kita harus terbiasa melakukan hal yang benar.”

Tapi kita harus tetap semangat untuk melestarikan Bahasa Arab sambil membenahi kesalahan-kesalahan agar sesuai dengan kaidah yang benar.

****

“Mas, arti dari anaa uhibbuka fillah apa ya?”

“aku mencintaimu karena Allah”

“ummm.. sweet..”

Tanggapan Anda

Related posts