Begini Kronologi Pembukuan Alquran

  • Whatsapp

Pernahkah kalian berfikir, bagaimana proses pembukuan Al-Qur’an hingga jadi seperti sekarang ini? Siapa yang memulai pertama kali untuk membukukannya? Nah, di sini penulis akan menerangkan sedikit mengenai pembukuan Alquran pertama kali dan siapa yang pertama kali membukukannya.

Pada masa Rasulullah Saw., ayat-ayat Alquran mulai ditulis oleh para sahabat di atas pelepah kurma, kulit hewan, batu, dan sebagainya. Pada saat itu yang ditulis hanya sebagian dari isi Alquran, tidak seluruhnya. Sebagaimana yang kita tahu, para sahabat di masa Rasulullah Saw. semuanya memiliki hafalan yang kuat. Mereka adalah penghafal Alquran. Jadi, ditulisnya ayat Alquran pada masa ini yakni للتوثيق   atau sebagai dokumentasi saja.

Read More

Pada masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, terjadi perang ahl yamamah. Karena perang ini, banyak para sahabat penghafal Alquran yang mati syahid. Oleh karena itu, melihat banyaknya penghafal Alquran yang syahid di medan perang, Umar bin Khattab berinisiatif untuk mengumpulkan  Alquran menjadi satu mushaf karena takut hilangnya Alquran disebabkan banyaknya penghafal Alquran yang syahid. Dan disampaikanlah usulan itu kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Namun, pada awalnya Abu Bakar tidak mau melakukannya karena Rasulullah tidak pernah melakukannya. Akan tetapi, Allah menggerakkan hatinya. Abu Bakar pun akhirnya setuju dengan usulan Umar tersebut.

Setelah itu, Abu Bakar ash-Shiddiq mengutus Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan, memilih, serta memeriksa tulisan para sahabat dan dijadikan satu mushaf yang dinamakan mushaf Abu Bakar. Setelah Abu Bakar meninggal, mushaf ini diserahkan kepada Umar bin Khattab kemudian kepada putrinya yakni Hafsah binti Umar.

Pada masa khalifah Utsman bin Affan, daerah kekuasaan Islam sudah sangat luas. Banyak kaum muslimin yang membaca Alquran dengan bacaan (qira’at) yang berbeda-beda. Di antara mereka ada yang menganggap bacaannyalah yang paling baik.  Perbedaan bacaan ini menimbulkan perselisihan di tengah-tengah kaum muslimin. Oleh karena itu, para sahabat bersepakat untuk menyalin kembali mushaf Abu Bakar dan disusunnya dengan satu bacaan (qira’at).

BACA  Mengapa Ada Kisah di Dalam Alquran?

Kemudian Utsman memanggil Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin ‘As dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam untuk memperbanyak mushaf itu tapi dengan satu bacaan (satu qira’ah) yakni bacaan Quraisy. Setelah selesai, Utsman memerintahkan kaum muslimin untuk membakar mushaf-mushaf yang mereka punya, agar tidak ada lagi perselisihan dalam membaca ayat-ayat Alquran.

Mushaf itulah yang sekarang banyak dipakai oleh hamper semua muslim dikenal dengan nama mushaf utsmani. Dan inilah cara Allah dalam menjaga dan memelihara Alquran melalui perantara para sahabat nabi. Dengan membukukan Alquran, maka hingga saat ini Alquran masih terjaga kemurniannya sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Al-Hijr :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. 15:9)

Semoga Allah Swt memberikan tempat terbaik untuk para sahabat yang telah berjasa kepada seluruh umat islam. Aamiin.

Tanggapan Anda

Related posts