Mengapa Ada Kisah di Dalam Alquran?

Alquran adalah wahyu Allah yang diturunkan sebagai mukjizat kepada Nabi Muahammad Saw. Oleh karena itu, hendaknya kita sebagai umat Islam mampu mempelajari dan mengetahui makna-makna serta isi kandungan yang ada di dalam Alquran.

Tentu saja ketika kita membaca Al-quran tidak hanya membacanya saja. kita juga diperintahkan untuk mengetahui dan memahami maknanya. Banyak sekali ilmu di dalam Alquran yang tidak semua orang mengetahuinya seperti makna Alquran itu sendiri, wahyu, nuzulul qur’an, nasikh mansukh, dan masih banyak lagi. Di dalam Alquran juga terdapat banyak kisah-kisah orang terdahulu dari para Nabi dan Rasul yang dapat kita ambil pelajaran dan manfaatnya. Kisah-kisah yang terdapat dalam Alquran disebut Qhasash al-Qur’an. Sebagian besar ayat dalam Alquran adalah tentang kisah-kisah terdahulu, bahkan dibandingkan ayat-ayat hukum dan muamalat, ayat tentang kisah-kisah terdahulu ini jauh lebih banyak.

Kisah-kisah yang berada di dalam Alquran  pasti memiliki pesan moral yang  ingin disampaikan dari Allah untuk kita sebagai umat-Nya. Oleh karena itu Qasash al-Qur’an juga termasuk hal yang terpenting dalam ilmu Alquran.

Didalam kitab Pengantar Studi Ilmu Al-quran karangan Syaikh Manna’ al-Qaththan dijelaskan bahwa makna al-Qasash sendiri banyak diartikan pada ayat-ayat yang terdapat dalam Alquran. yaitu : Qasash berarti berita yang berurutan, firman Allah: “Sesungguhnya ini adalah berita yang benar.” (Ali Imran:62). “Sesungguhnya pada berita mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.” (Yusuf:111). Sedang al-qhasah  berarti urusan, berita, perkara, dan keadaan.

Qasash al-Qur’an adalah pemberitaan Alquran tentang keadaan umat yang telah lalu, Nabi-Nabi terdahulu, dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Allah yang Maha Agung telah menurunkan  Alquran yang banyak mengandung tentang kejadian suatu kaum atau negeri di masa lalu, sejarah bangsa-bangsa, atau keadaan negeri-negeri pada saat itu. Allah membuat kisah-kisahnya yang sangat menarik dan mempesona, sehingga kita dapat mengetahui apa yang terjadi di masa lalu dengan mengkaji lebih dalam ilmu tentang Qasash al-Qur’an.   

BACA  Hikmah Gerakan Wudhu

Namun, menurut Muhammad Al Majzub dalam Nadzariyat Yahlilliyat fi alQishas alQuran, bahwa di dalam Qasash al-Qur’an terkadang tidak menyebutkan nama tokoh yang berada dalam kisah tersebut, misalnya seperti Raja Fir’aun (sebutan untuk raja mesir), Allah tidak memberi tahu siapa nama asli dari Raja Fir’aun. Qasash al-Qur’an juga mengandung unsur waktu, latar belakang lahirnya kisah. Peristiwa yang diceritakan juga tidak sekaligus tapi secara bertahap atau pengulangan. Dan pastinya Qashash al-Quran mengandung tujuan-tujuan agama. 

Qasash al-Qur’an juga terbagi menjadi beberapa jenis di dalam Alquran :

Pertama, Kisah para Nabi. Kisah ini mengandung dakwah para Nabi kepada kaum-kaumnya, menceritakan mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah untuk memperkuat dakwahnya, ajaran-ajaran serta tahapan-tahapan dakwahnya, cobaan-cobaan dakwah yang didapati dari orang-orang yang memusuhinya, serta golongan-golongan yang mendustakan. Misalnya kisah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Yusuf, Nabi Isa, Nabi Muhammad SAW. Dan Nabi-Nabi  serta para Rasul lainya.

Kedua, Kisah orang-orang terdahulu yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa dimasa lalu yang tidak dipastikan kenabiannya. Seperti misalnya, Ashabul Kahfi, Habil dan Qabil (dua anak Nabi Adam), Zulkarnain, Ashab al-Fil (pasukan gajah), dan lain-lain.

Ketiga, Kisah-kisah atau peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah. Seperti perang Badr dan perang Uhud dalam surat Ali’Imran, perang Hunain dan Tabuk dalam surat At-Taubah, hijrah, Isra Mi’raj, dan lain-lain.

Manfaat dan hikmah dari kisah-kisah dalam Alquran adalah; untuk meneguhkan hati Rasulullah dan hati umat-umat islam terdahulu atas agama Allah, membenarkan para nabi terdahulu dan kebenaran Nabi Muhammad dalam dakwahnya, serta menyingkap kebohongan ahli kitab.

Dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa Allah SWT menuliskan kisah-kisah dalam Alquran bukan hanya untuk menceritakan keadaan bangsa-bangsa terdahulu, namun agar kita dapat memetik hikmah dan pelajarannya untuk kehidupan kita. Wallahu A’lam.

Tanggapan Anda
Close
Social profiles