Ketidakmampuan Orang Arab Membuat Sesuatu yang Serupa Alquran

Ketika akal manusia hampir mencapai kesempurnaan, Allah mengutus Rasulullah Saw. dengan memberi mukjizat Alquran untuk umat manusia agar mereka mengakui bahwa akal dan ilmu pengetahuan yang mereka miliki tidak sebanding dengan Allah yang Maha Agung.

Walaupun keahlian mereka dalam Bahasa Arab Fushah dan Bhalagah tinggi, tetap saja mereka tidak mampu menandingi kemukjizatan Alquran. Oleh karena itu dengan mukjizat  Alquran nabi menantang orang-orang Arab yang tidak mempercayai kebenaran Alquran sebagai  firman Allah dan risalah terhadap  ajaran  yang diwahyukan kepadanya.

Untuk itu  dalam  mempelajari Alquran kita juga harus mengetahui  tentang  I’jaz al-Qur’an yang mana dalam kajian disiplin ilmu ini kita  akan menemukan kemukjizatan-kemukjizatan  Alquran yang akan melemahkan orang-orang arab dalam menentang Alquran.                                                                                                                                

I’jaz al-Qur’an terdiri dari dua kata  I’jaz dan al-Qur’an yang kemudian dijadikan satu. kata i’jaz mempunyai makna “melemahkan” merupakan bentuk masdar dari a’jazayu’jizu yaitu menjadikan sesuatu menjadi lemah atau ketidakmampuan mengerjakan sesuatu, lawan dari qudrah (kemampuan). Sesuatu yang memiliki kemampuam I’jaz berarti memastikan adanya kemampuan mu’jiz (sesuatu yang melemahkan), jika kemampuan melemahkan yang dimiliki oleh  mu’jiz tersebut sangat menonjol (kuat) maka ia disebut dengan mukjizat (mu’jizat dalam bahasa Arab).

Dan mukjizat adalah sesuatu hal yang luar biasa  yang disertai tantangan  dan selamat dari perlawanan. Namun yang dimaksud dengan i’jaz dalam pembahasan ini adalah  membuktikan kebenaran Nabi Muhammad saw dengan Alquran dengan sekaligus membuktikan ketidakmampuan untuk menandingi sesuatu  yang serupa bagi orang arab dan generasi sesudahnya  baik itu orang Arab ataupun Non-arab

Dengan adanya  mukjizat yang terkandung dalam Alquran Rasulullah menggunakannya untuk menentang orang-orang Arab dan meminta  mereka untuk menandingi Alquran dengan tiga tahapan:                                                                      

  1. Menantang mereka dengan Alquran dalam uslub (metode) umum yang meliputi orang Arab sendiri dan orang lain, manusia dan jin, dengan tantangan yang mengalahkan kemampuan mereka secara padu melalui firman-Nya: “Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.”(Al- Isra'” 88)
  2. Menantang mereka dengan sepuluh surah saja dari Alquran, dalam firman-Nya: “Ataukah mereka mengatakan: Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar, Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Alquran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?( Hud:14).
  3. Menantang mereka dengan satu surah saja dari Alquran dengan firman-Nya: “Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar”(yunus: 38).
BACA  Habib Luthfi: Wayang Kulit Media Dakwah Masyarakat Nusantara

Tantangan ini diulang lagi dalam firman-Nya:

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”  ( al-Baqarah:23).

Menurut Syaikh Manna’ al-Qathan, “dengan berbagai kelemahan orang Arab untuk menandingi Alquran terlihat jelas bahwa Alquran merupakan mukjizat yang sangat luar biasa yang tidak akan termakan oleh waktu, kemukjizatan ini akan berlaku sepanjang zaman dan akan selalu ada dalam posisi  tantangan yang tegar, dengan demikian Alquran tetap merupakan mukjizat bagi seluruh umat manusia.”

Tanggapan Anda
Close
Social profiles