Kebaikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Untuk Siapapun, Termasuk Ahmad Dhani dan Gibran

  • Whatsapp

Banser atau Barisan Ansor Serbaguna  sebagai kader penggerak Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nahdlatul Ulama salah satunya memiliki tanggung jawab untuk mengamankan seluruh kegiatan dan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor secara khusus, dan lebih umum lagi NU. Artinya, ketika ada kegiatan atau program apapun yang diselenggarakan oleh GP Ansor ataupun oleh NU, maka ada Banser yang mengamankan berjalannya kegiatan atau program tersebut.

Tentu, sebagai pengaman, tugas Banser sangatlah mulia. Siapapun akan merasa aman ketika ada yang menjamin keamanannya, termasuk GP Ansor dan NU. Setiap kegiatan akan berjalan lancar tanpa ada halangan atau gangguan apapun dengan keberadaan Banser selama berjalannya acara.

Read More

Pada praktiknya, Banser tidak saja mengamankan setiap kegiatan GP Ansor dan NU saja, tidak hanya mengawal setiap anggota struktural dan para Kiai NU saja, tetapi juga mengawal dan mengamankan unsur masyarakat minoritas yang rentan terkena ancaman seperti mengawal umat kristiani merayakan hari besarnya di gereja yang dalam beberapa kasus sering diancam ledakan bom.

Luar biasanya, para anggota Banser melakukan semua itu tanpa meminta pamrih apapun. Bahkan tidak jarang, banyak anggota banser melakukan pengamanan sebuah acara dengan meninggalkan profesi utamanya. Ada yang meninggalkan jualannya, ada yang meninggalkan keluarganya, bahkan ada beberapa kisah beberapa anggota Banser yang melalukan tugasnya dalam keadaan lapar karena belum mendapatkan pemasukan dari hasil usahanya. Semuanya itu mereka lakukan karena kecintaannya kepada NU dan ingin berkontribusi untuk khidmah kepada NU dan umat.

Menilik kembali proses pengkaderan anggota Banser, para anggota Banser tidaklah mudah masuk sebagai anggota begitu saja, sebab ada syarat yang harus dipenuhi seperti kesehatan fisik dan mental, memiliki tinggi badan minimal 160 cm dan harus mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Banser –biasa disingkat Diklatsar- yang juga tidak mudah. Sebab, dalam Diklatsar tersebut, para calon anggota Banser tidak hanya digodog wawasan dan pengetahuannya saja, akan tetapi juga digodog fisiknya  dengan merayap di ladang sawah, menyebrangi sungai dan pelbagai tempat ekstrem lain yang memerlukan kesiapan fisik yang prima dan hampir mirip pengkaderan militer.

BACA  Mendaras Kembali Dakwah dan Perjuangan Sang Kiai

Semua itu lagi-lagi mereka lakukan dengan sepenuh hati dan kesadaran yang penuh karena saking cintanya mereka kepada NU dan Indonesia. Mereka mempunyai keinginan untuk betul-betul berkhidmah kepada NU dan Indonesia.

Beragam kebaikan dan ketulusan Banser itu tidaklah cukup sampai di situ saja. Tidak jarang, Banser terbuka kepada siapapun yang sedang memerlukan bantuan. Tercatat, artis dan penyanyi seperti Ahmad Dhani yang pernah berseteru dengan FPI pernah meminta perlindungan kepada Banser. Karena sikap keterbukaan Banser, Ahmad Dhani mendapat perlindungan bahkan memakaikan jaket kebesaran Banser kepadanya secara percuma tanda diterimanya sebagai anggota tanpa mengikuti sistem pengkaderan formal yang berlaku. Namun nahas, Ahmad Dhani hanya datang saat memerlukan perlindungan. Di lain hari, ia malah membikin masalah dengan Banser.

Lebih baru lagi dan masih sangat segar, Gibran Rakabuming putra presiden Jokowi yang akan mencalonkan diri sebagai calon wali Kota Solo, telah resmi dilantik sebagai anggota kehormatan Banser Kota Solo, lagi-lagi tanpa mengikuti sistem pengkaderanan formal Banser yang berat itu. Tentu ini adalah kebaikan berlapis dari  Banser kepada Gibran. Dan yang pasti, anggota Banser yang lainnya dengan sangat lapang dada menerima begitu saja Gibran dilantik sebagai anggota kehormatan.

Seperti dikutip oleh detik.com, ketua GP Ansor kota Solo Arif Jihan membenarkan pengangkatan Gibran sebagai anggota kehormatan Banser. Di sisi lain, Arif tidak mau membicarakan dukungan politik, sebab ia masih menunggu rekomendasi dari pusat, dalam hal ini Pengurus Pusat GP Ansor. Artinya, ketika PP GP Ansor memberikan rekomendasi dukungan politik untuk Gibran, GP Ansor Kota Solo akan mendukunganya sepenuh hati.

Kebaikan dan ketulusan para anggota dan pengurus Ansor ini memang sangat luar biasa, bahkan saking baiknya orang seperti Mas Gibran yang tidak pernah terlibat dalam kegiatan pengkaderan  Banser seperti Diklatsar yang sangat berat itu, dengan mudah diangkat menjadi anggota kehormatan. Baiklah, kita tunggu saja apakah Mas Gibran juga akan ikut mengamankan setiap kegiatan atau program yang diselenggarakan oleh GP Ansor dan NU dengan meninggalkan tugas pribadinya  demi memastikan kegaiatan atau program GP Ansor dan NU berjalan secara lancar? Dan apakah mungkin Mas Gibran mau mengawal kiai dari kerumunan para santri dan jamaah nadliyah NU? Yang jelas, walaupun  terhormat, tapi tetap saja statusnya sama, yaitu sebagai anggota.

BACA  Duka Bagi Nahdlatul Ulama

Satu lagi, semoga kebaikan GP Ansor dan Banser bisa membawa Banom NU tersebut berjaya di darat, laut dan udara.

Tanggapan Anda

Related posts