Rasa Kagum Terhadap Gubernur Anis

  • Whatsapp

Sebagai warga Jakarta, saya sangat kagum terhadap Gubernur Anis Baswedan. Bukan soal visi-misi beliau yang brilian sebagai pemimpin DKI, bukan pula soal etos kerja beliau yang penuh inovatif, ataupun gerak cepat beliau dalam menangani masalah, melainkan soal tutur kata yang selalu beliau lontarkan dalam setiap kesempatan.

Simak saja beberapa respon beliau saat sedang turun menanggulangi banjir Jakarta. Gubernur Anis sampai meminta izin kepada warga Jakarta ketika bekerja. Bahkan dalam urusan tanggungjawab dan kewajiban resmi beliau sebagai gubernur yang ditunggu arah kebijakannya dalam mengatasi banjir! Walaupun itu kewajiban dan memang tugas resmi beliau yang sungguh genting, beliau tidak lupa meminta izin, mungkin sekalian meminta doa dari masyarakat. Sungguh sangat saleh sekali.

Read More

Beliau telah mencontohkan satu poin dengan sangat baik! Seperti inilah cermin pemimpin saleh yang senantiasa mengutamakan pentingnya banyak bertutur lembut sekalipun berada dalam tekanan akan kewajiban, karena kerja keras belum tentu menyelesaikan masalah, apalagi banjir!

Ketika Gubernur Anis ditanya, bagaimana jika Jakarta diguyur hujan deras lagi? Gubernur Anis dengan santun memberikan solusi terbaik agar warga terus meningkatkan kewaspadaan tanpa menjawab solusi apa yang akan dilakukan bila planning yang dicanangkan mandek di tempat. Jawaban yang sangat cerdas dan membuat hati seketika menjadi sejuk.

Dan benar saja, kesantunan beliau dalam menjawab beragam pertanyaan yang seolah menyudutkan beliau, dijawab dengan penuh suka cita oleh warga DKI. Nyatanya, banjir kali ini berhasil menghadirkan kebahagiaan tersendiri buat warga Jakarta. Mereka terlihat santuy dengan membuat beragam parody, ber-tiktok ria, hingga menjadikan banjir sebagai wahana rekreasi yang asik.

BACA  Mempertanyakan Kebenaran Dokumen Rahasia dalam Buku “Menjerat Gus Dur”

Ini semua berkah dari gubernur saleh yang membuat masyarakat menjadi tentram, guyub serta sejahtera. Jelas respon masyarakat adalah bentuk kebahagiaan, bukan sindiran atau bentuk perlawanan yang sudah tak acuh melihat gubernur saleh belum juga memiliki inovasi dalam menangani banjir.

Satu lagi, rasa kagum terhadap Gubernur Anis makin menjadi-jadi sekaligus bercampur bangga tatkala beliau memberikan solusi terhadap banjir Jakarta dengan cara mengevakuasi warga dari daerah terdampak, mendirikan beberapa posko pengungsian berikut penjaminan kebutuhan pokoknya, serta layanan kontak pertolongan pertama. Sungguh aksi tanggap yang sangat mulia dan menjadi solusi yang sangat cemerlang dalam menangani banjir.

Jadi solusi banjir Jakarta bukan lagi bagaimana soal naturalisasi sungai atau bagaimana soal penyerapan air ke dalam tanah. Karena hal itu sangat klasik, tidak religius, dan sangat mengandung unsur Barat. Karena agama mengajarkan tolong-menolong saat orang lain terkena musibah, bukan sibuk bekerja.

Biar bagaimanapun, banjir bagi Gubernur Anis yang teramat saleh adalah bentuk cobaan, mungkin beliau ingin diangkat levelnya menjadi presiden. Dan yang patut digarisbawahi, ini bukanlah salah Gubernur Anis yang tidak mampu menyelesaikan masalah banjir Jakarta, melainkan salah air dari hulu, salah dari pembangunan tol, salah curah hujan dan salah para penghujatnya.

Sebagai warga DKI saya sudah cukup sabar, tapi tidak kuat juga lama-lama ingin melontarkan pujian yang kelewat cerdas serta saleh itu. Toh kemarin itu hanya genangan, karena banjir sesungguhnya hanya terjadi pada hari libur.

Barokallah, Pak Gubernur..

Tanggapan Anda
  • Whatsapp

Related posts