Cara Pesantren Hadapi Covid 19

  • Whatsapp
kiai rusydi

Cepatnya penyebaran virus Covid 19 membuat instansi pendidikan di beberapa provinsi mengambil tindakan tegas dengan meniadakan kegiatan belajar-mengajar selama beberapa pekan.

Langkah ini patut diapresiasi mengingat Covid 19 merupakan virus baru yang mampu beradaptasi dengan cepat dan menyebar secara sporadis melalui kontak langsung atau sentuhan meskipun tidak langsung.

Read More

Di tengah kebijakan pengisolasian instansi pendidikan dibeberapa daerah, sebagai salah satu lembaga pendidikan non-formal, pesantren tetap mengadakan kegiatan mengaji seperti biasa. Apa gak berbahaya?

Nah, ada beberapa hal yang patut diperhatikan, terutama bagi wali murid atau masyarakat awam yang mungkin memiliki kekhawatiran mengapa pesantren tidak meliburkan saja kegiatan belajar-mengajarnya, kenapa tidak memulangkan santri ke rumahnya masing-masing.

Pesantren bukan tidak tanggap atau tidak mengikuti langkah instansi pendidikan formal dalam mempersempit penyebaran Covid 19, hanya saja, hal-hal seperti isolasi diri dan menjaga kebersihan badan nampaknya telah menjadi keseharian santri yang pada akhirnya membuat kegiatan mengaji tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Lagipula, kalau toh dipulangkan apa bener aman? Apa gak malah resikonya besar? Mengingat selama perjalanan pulang, santri tentu harus melewati tempat dan sarana transportasi umum yang justru harus dihindari. Apalagi bagi santri yang ternyata daerahnya sudah ada yang terdampak, malah lebih baik di dalam pesantren kan.

Kemudian, dalam kegiatan sehari-hari nih, santri sudah dibiasakan hidup sehat, seperti contohnya melaksanakan shalat lima waktu, yang bahkan tak jarang santri diwajibkan berjamaah.

Nah, saat melaksanakan shalat, tentu para santri melaksanakan syarat sahnya yaitu berwudhu. Wudhu yang dilakukan oleh santri ini secara tidak langsung bermanfaat sebagai bentuk menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan tangan dan organ tubuh yang ada di bagian kepala.

BACA  Untuk Apa Belajar Mantiq?

Lalu, sebagai santri, pastinya jarang diperbolehkan keluar dari pesantren, apalagi dengan keadaan yang seperti ini. Kalau keluar pesantren saja sulit, lalu bagaimana bisa berinteraksi dengan orang lain? kan sangat tidak mungkin. Ketika interaksi dengan masyarakat sangat minim, otomatis penyebaran virus pun akan minim.

Selanjutnya, pesantren pasti memiliki tenaga medis yang memang disiagakan untuk memeriksa kesehatan santri. Jadi, kesehatan santri pasti selalu dicek rutin. Jadi tidak perlu khawatir akan kesehatan santri.

Selain itu, pola hidup sederhana dan disiplin waktu, terutama bangun pagi membuat imunitas santri lebih tahan banting daripada murid lain di dalam instansi pendidikan.

Oleh sebab itu, isolasi dalam pesantren serta tidak diliburkannya kegiatan belajar-mengajar bagi santri sudah sangat tepat. Yang penting, kiriman untuk makan dan jajan jangan telat.

Tanggapan Anda

Related posts