Didi Kempot, NU, Pesantren dan Santri

  • Whatsapp

Sebangun dari tidur siang kemarin, hawa panas di rumah saudara saya terasa berkali lipat. Didi Kempot, musisi campursari tutup usia. Sesak dada saya!

Sontak saja, banyak orang menjadi ambyar. Mulai dari story whatsapp sampai postingan Instagram diwarnai dengan nada Cidro. Media sosial dihiasi kesaksian dari pecinta Didi Kempot.

Read More

Berita kepergiannya sungguh menghentak jam’iyyah penggemarnya di permukaan bumi bulat maupun datar ini. Hal ini juga berlaku bagi NU, pesantren dan santri di pelosok negeri. Semua merasa kehilangan. Kepergian memang suatu keniscayaan. Kita saja yang sering menampik kenyataannya.

Didi Kempot dan NU

NU adalah salah satu organisasi masyarakat yang berduka atas kepergian Didi Kempot. Dalam memori NU, Didi Kempot bukan musisi campur sari biasa. Ia adalah musisi yang ramah, santun, tidak sombong, tawadlu dengan kiai dan ulama, religius dan mencintai Nahdlatul Ulama. Bahkan pernah menggagas dan melantunkan lagu yang dikhususkan kepada NU, yakni “NU” dan “Islam Nusantara”. Didi Kempot melantunkan dua lagu tersebut dengan penuh cinta dan ketulusan. Seperti pada kesaksian Ketua Umum PBNU Prof KH Sa’id Aqil Siradj yang diposting di akun Instagram @nahdlatululama.

Didi Kempot memang mempunyai hubungan dekat dengan NU. Misal saja dalam lagu “Islam Nusantara”, berisi ajakan untuk mengukuti kiai-kiai NU.

Lalu pada 6 januari 2020 silam, Didi Kempot dinobatkan langsung oleh Ketua Umum Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen atau akrab dipanggil Gus Nabil, menjadi duta pagar nusa Nahdlatul Ulama. Penobatan itu dilakukan di sela-sela rangkaian acara kejurnas Pagarnusa dan konser amal untuk korban banjir Jakarta.

BACA  Sosok ‘Mbak Admin’ di Balik Kopdar Ihya Gus Ulil

Selain itu pada 23 April 2020, Didi Kempot kembali terlibat dalam konser amal yang diadakan Kompas TV untuk wabah korona yang diantaranya disalurkan melalui NU Care LazizNU.

Didi Kempot dan Pesantren

Fakta bahwa didi kempot pernah ngaji di pondok pesantren yang dipimping Gus MIftah adalah suatu bukti bahwa ajakan Didi Kempot untuk mengikuti kiai-kiai NU dalam lagu ‘Islam Nusantara’ tidak sebatas isapan jempol belaka.

Fakta lainnya Didi Kempot juga pernah konser di Pondok Pesantren Darussalam. Dalam kesempatan itu Didi Kempot menyampaikan kegagumannya kepada santri karena masih menjaga adat jawa dan sopan santun.

Didi Kempot juga pernah datang ke Pondok Pesantren Al Quraniy Azzayadiy Laweyan Solo. Ia datang dalam rangka haul almarhum Hadiwiranto atau dikenal Ranto Edi Gudel yang juga ayah dari Didi Kempot. Acara tersebut digelar oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Quraniy Azzayadiy, KH Abdul Karim Ahmad sebagai penghormatan untuk seniman besar.

Selain dekat dengan para Pengasuh Pondok Pesantren, Didi Kempot juga senang memakai produk pesantren. Sarung batik Lar Gurda karya para santri Pondok Pesantren al Muayyad menjadi salah satu produk yang sering dipakai Didi Kempot, hingga sarung itu dinamai Sarung Sobat Ambyar.

Didi Kempot dan Santri

Didi kempot merupakan salah satu musisi yang mempunyai tempat di hati para santri. Kepergiannya berhasil membuat suasana hati tak karuan, ambyar. Dalam akun @alasantri misalnya menuliskan “Pak Dhe Didi Kempot, Egkau selalu mendendangkan lagu-lagu ambyar. Kini kami benar-benar merasakan ambyar yang teramat mendalam. Selamat jalan, Pak Dhe. Lahu al-fatihah”.

Bagi santri lagu-lagu Pak dhe Didi Kempot adalah tempat sambat setelah Gusti Allah. Misalnya ketika sedang menjalani cinta dalam doa, mereka dapat menyanyikan lagu banyu langit. Ketika sedang jatuh cinta dengan sesama santri, lagu ketaman asmoro akan membantu persemaian cinta di hati. Lalu ketika ada sepasang santri yang sedang LDR, mereka bisa merapal lagu layang kangen sebagai pelipur rindu. Atau ketika sudah dekat dengan Gus idamannya ternyata malah berjodoh dengan Ning dari pesantren yang lain, lagu suket teki menjadi teman kala duka lara. Hiya hiya hiya.

BACA  Gus Muwafiq: Ulama yang Mampu Diterima Semua Kalangan

Selain sebagai tempat sambatan hati, Didi Kempot juga dapat dijadikan uswatun hasanah dalam berdakwah. Karena dakwah merupakan salah satu hal yang diajarkan di pesantren.

Didi Kempot sukses berdakwah melalui lagu-lagunya. Lagu-lagunya dijadikan media khotbah yang topcer. Ia menyasar siapa saja yang merasakan sakit hati, kehilangan, kekecewaan, putus asa, galau pada konteks apapun termasuk kekecewaan pada pengharapan terhadap pemerintah, Eh!

Lirik pada lagu-lagu Didi Kempot dijadikan obat agar tidak jatuh dalam jurang pesimistis, frustasi, perundungan apalagi sampai bunuh diri. Didi Kempot mengajak kita semua menikmati kehilangan, kekecewaan dan kepedihan.

Sungguh mulia sekali, Pak Dhe.
Akhirnya,
Daa Dada Sayang,
Daa Selamat Jalan
Sugeng tindak, Pak Dhe Didi. Swarga langgeng.

Tanggapan Anda

Related posts