Welcome Back, Bib Bahar!

  • Whatsapp

Setelah melalui serangkaian persidangan hingga diputuskan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan, akhirnya Habib Bahar bin Smith resmi bebas bersyarat program asimilasi KEMENKUMHAM terkait Covid-19 pada tanggal 17 Mei kemarin.

Semoga kedepannya, kritik Habib Bahar terhadap pemerintah lebih terstruktur lagi, kaya data, dan tak lagi menyudutkan etnis tertentu serta senantiasa menjaga asas demokrasi dan mengutamakan persatuan di masyarakat.

Read More

Banyak harapan yang sebenarnya dapat diusung dari sosok dan pendirian teguh Habib Bahar, terutama semangatnya menjadi oposisi bagi pemerintah. Apalagi semangat itu ditopang dengan gelora muda yang didukung banyaknya pengagum ketokohan beliau.

Maka sangat disayangkan bila semangat kritik yang dilayangkan Habib Bahar ternyata hanya dimanfaatkan pihak tertentu, tak netral murni sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, apalagi sampai mengusung kepentingan pribadi di atas jalan dakwahnya.

Ya, Habib Bahar tentu sudah belajar banyak dari peristiwa yang lalu, -dan bahkan semangat perlawanannya akan semakin membara-, bahwa kesewenang-wenangan dari penguasa tidak bisa didiamkan, harus dilawan tanpa rasa takut, butuh kekuatan bersama secara istiqomah.

Semoga saja semangat Bib Bahar dalam mengkritik jalannya pemerintahan tidak hanya terfokus pada elektoral dan hanya tertuju kepada Presiden sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan semata.

Karena pada dasarnya, banyak aspek lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam rangka pengambilan kebijakan juga melibatkan komponen lembaga lain.

Banyak isu dan kepentingan lain yang harusnya juga difikirkan dan disuarakan oleh Habib Bahar.

Sosok Habib Bahar dan spirit pembebasan yang diusungnya harusnya dapat menyentuh pada isu-isu pengambilan kebijakan perundang-undangan, isu agraria, isu-isu HAM sampai kebebasan berpendapat yang kian hari kian menemukan titik jenuh.

BACA  Syekh Tholha Bin Tholabuddin ; Mursyid Tariqah Qadariyah Wan Naqsabandiyah dari Pesisir Utara

Sebagai mayoritas agama terbesar di Indonesia, Islam belum menemukan tokoh yang benar-benar berani serta memiliki nama besar untuk konsen di isu-isu lain kecuali elektoral politik lima tahunan!

Padahal, kelompok-kelompok gereja sering kali berhadapan langsung dengan aparat mengadvokasi sengketa tanah yang menancam hak-hak masyarakat sipil, yang juga melibatkan masyarakat muslim. Kelompok-kelompok gereja juga kerap mengupayakan titik terang terhadap kasus-kasus HAM yang tak kunjung terungkap.

Hanya sebagian tokoh muslim daerah yang melakukan hal-hal tersebut.

Semoga saja, dengan spirit perlawanan dan penokohan yang begitu kuat, Habib Bahar mampu menginisiasi dan mengorganisir umat muslim untuk bersatu menyuarakan kritik terhadap kebijakan perundang-undangan yang tidak lagi berpihak pada masyarakat, menyuarakan isu-isu HAM yang sudah hampir hilang dari pekerjaan rumah Bangsa, dan tentunya isu-isu lain yang lebih dekat dan terfokus terhadap kelayakan hidup di masyarakat.

Di tengah para ulama dan pembesar umat Islam lainnya yang memilih jalan dakwah dengan masuk ke dalam pemerintahan, yang kita tahu nyatanya tidak efektif, seperti NU, yang hanya terkena prank, kini harapan satu-satunya ada pada poros ulama-ulama muda seperti Habib Bahar yang semoga saja tetap istiqomah mendobrak kemapanan dari bagi-bagi kue politik.

Ya saya membayangkan setelah Habib Bahar bebas, beliau sudi untuk barangkali ngopi-ngopi ke LBH, bukber sama teman-teman Walhi atau Jatam terkait sengketa tanah yang melibatkan masyarakat, atau hadir di acara seminar online tentang Omnibus Law, silaturahim ke ICW dan langsung merespon kenaikan BPJS di masa pandemi seperti ini.

Atau jangan-jangan, setelah dibagi kue sama istana, semuanya jadi memilih bungkam termasuk Bib Bahar? Atau lagi-lagi hanya berteriak syariat Islam dan khilafah? Hadehh

Yah pada akhirnya harapan seperti itu nampaknya jadi isapan jempol serta khayalan semata, tapi ya tak apalah selagi berharap dan berkhayal itu gratis.

BACA  Tujuh Kontribusi KH. Bisri Syansuri yang Tidak Banyak Diketahui Oleh Masyarakat

Halo PSBB bagaimana kabarnya? Halo BPJS, semua sehat?

Tanggapan Anda

Related posts