Menilik Tradisi Lebaran Ketupat di Tengah Pademi

  • Whatsapp

Ternyata lebaran tidak hanya lebaran IdulFitri lho, dalam tradisi masyarakat Jawa ada lebaran yang dikenal sebagai lebaran ketupat. Wah ternyata ketupat punya lebaran sendiri.

Lebaran Ketupat biasanya dilaksanakan pada bulan Syawal setelah melaksanakan hari Raya IdulFitri.

Read More

Setelah berlebaran, biasanya disunahkan untuk melaksanakan Puasa Syawal selama 6 hari untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Puasa syawal ini adalah puasa sunnah yang di anjurkan Oleh Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW Bersabda “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh. (HR. Muslim).

Nah, setelah melakukan puasa syawal, tidak kalah dengan puasa Ramadan. Puasa ini memiliki hari raya yang dikenal sebagai Lebaran Ketupat.

Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang berasal dari masyarakat jawa, tradisi turun-temurun ini dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal. Bisa di bilang tradisi ini merupakan lebaran kecil. Lebaran besarnya ada di Hari Raya IdulFitri.

Lebaran ketupat dilambangkan sebagai simbol kebersamaan. Disebut simbol kebersamaan karena masyarakat menjaga arti kebersamaan dengan memasak dan mengantarkan hidangan kepada sanak keluaga.

Sejarah Lebaran Ketupat

Lebaran merupakan tradisi budaya Islam khas Indonesia, berasal dari istilah Jawa yang berarti lebar-lebur-luber-labur. Istilah tersebut memiliki makna. Lebar artinya seseorang lebar terbebas dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan dan rahmat Allah SWT (banyak pahala). Labur artinya bersih tanpa dosa.

Sunan Kalijaga lah yang memperkenalkan dua lebaran ini, bakda lebaran yang biasa kita kenal sebagai Hari Raya Idul Fitri dan bakda kupat yang biasa dikenal sebagai Lebaran Ketupat.

BACA  Era Digital Adalah Eranya Anak-Anak NU

Ketupat memiliki filosofi tersendiri dalam masyarakat Jawa. Dalam bahasa Jawa ketupat berasal dari kata ‘kupat’ yang artinya mengaku lepat atau mengakui kesalahan dan ‘laku papat’ artinya empat perbuatan.

Sedangkan ketupat sendiri secara bahasa Austronesi ketupat merupakan turunan dari kata empat yang dilihat dari bentuknya yang persegi memiliki sudut empat.

Sunan Kalijaga memaknai ketupat sebagai representasi sikap manusia. Karena ketupan memiliki empat sisi yan setiap sisinya menggambarkan sikap dari manusia yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan.

Sejarah Lebaran ketupat sudah ada sejak zaman pemerintah Sultan Pakubuwono IV. Di laksanakan pada hari ke-8 bulan syawal. Dengan cara menghidangkan ketupat untuk di santap oleh masyarakat sekitar.

Sebelum memulai kegiatan, pagi harinya ada upacara sedekah laut seperti larung kepala kerbau. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan yang sudah memberikan rezeki pada masyarakat melalui lautnya. Upacara dilakukan oleh masyarakat teruama nelayan yang bermata pencaharian nelayan.

Daerah lain yang melakukan Lebaran Ketupat

Meskipun asal tradisi ketupat ini dari masyarakat Jawa ternyata ada beberapa daerah lain yang melakukanya lebaran ketupat lho. Cara merayakannya pun berbeda-beda sesuai dengan kearifan lokal masing-masing.

Di Manado, lebaran ketupat dilakukan dengan cara mengunjungi sanak keluarga dan saling meminta maaf.

Di Trenggalek, masyarakat Trenggalek biasanya melakukan pawai gebyar lebaran ketupat untuk melaksanakan perayaan lebaran ketupat. Kegiatan tersebut menyuguhkah penampilan parade busana, penampilan marcing Band, dan kesenian tari daerah. Pengujung yang melihatpun dapat menyatap ketupat sayur secara gratis yang sudah disediakan oleh warga sekitar.

Di Kolaka, lebaran ketupat dirayakan dengan cara rekreasi dengan sanak keluarga serta membawa menu hidangan ketupat.

BACA  Kebebasan Berekspresi di Media Sosial, Harapan atau Ancaman?

Di Rembang, Lebaran Ketupat dikenal dengan nama Rioyo Kupat. Tradisi ini dirayakan dengan cara memasak dan menyantap bersama di masjid.

Di Gresik, lebaran ketupat dilakukan disekitar alun-alun. Lebaran ini di kenal sebagai lebaran kauman yang berlangsung hanya semalam setelah shalat magrib. Biasanya warga akan saling mengunjungi dan menikmati hidangan ketupat dan lepet.

Di Madura, lebaran ketupat disebut sebagai terater. Masyarakat Madura biasanya menyajikan hidangan seperti opor ayam dan ayam goreng. Hidangan tersebut tidak langsung di santap tapi diberikan terlebih dahulu ke masjid. Lalu, setelah warga berkumpul. Langsung melakukan gelar do’a bersama dan menyantap hidangan tadi.

Di Magelang, Lebaran Ketupat dirayakan dengan festival balon syawalan yang sudah berlangsung sejak tahun 1980-an. Sekitar 150 balon udara tradisional yang diterbangkan.

Di Kudus, merayakan Lebaran Ketupat dengan cara menyusun seribu ketupat dan ratusan lepet. Lalu, di arak dari rumah kepala desa menuju Masjid Sunan Muria. Kegiatan ini biasanya disebut dengan Prosesi “Kirab Gunungan Seribu Ketupat’.

Di Pasuruan, Lebaran Ketupat dirayakan dengan cara menggelar lomba skilot. Lomba skilot adalah lomba yang di mana peserta melakukan adu kecepatan berselancar di atas lumpur.

Di Lombok, Lebaran Ketupat dimeriahkan dengan cara Tradisi Nyangkar. Tradisi nyangkar adalah tradisi yang berasal dari orang sasak. Tradisi ini dilakukan dengan cara melakukan arak-arakan Cidomo Hias yang merupakan angkutan tradisional yang ditarik oleh kuda.

Arak-arakan tersebut mengangkut dulang yang berisi ketupat dengan diiringi senandung shalawat Nabi menuju Makam Loang Baloq. Perayaan diakhiri dengan zikir dan makan bersama di Taman Loang Baloq.

Di Gorontalo, setiap warga melakukan Open House saat lebaran ketupat. Ketupat dan opor ayam menjadi menu utama yang siap untuk di santap.

BACA  Pesantren Bukan Lembaga Pendidikan Pencetak Teroris

Lebaran Ketupat Ditengah Pademi

Pademi Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini membuat semua orang harus menjaga kesehatan dan menjaga jarak satu sama lain (Social Distancing). Terlebih lagi pemerintah mengeluarkan aturan PSBB yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah atau PP nomor 21 tahun 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PP PSBB) dalam rangka percepatan penenangan Covid-19. Lalu diturunkan menjadi Permenkes atau Pemerintah Menteri Kesehatan atau nomor 9 tahun 2020. Permenkes merupakan turunan. Sehingga lebaran ketupat yang biasanya dilakukan di berbagai daerah tahun ini dilaksanakan dengan cara berbeda.

Daerah lain banyak yang membatalkan kegiatan tradisi ini. khusunya kegiatan dengan jumlah massa yang banyak. Tradisi memang harus dijalankan untuk menjaga kelestarian budaya tapi tetap harus memperhatikan kesehatan. Kita masih boleh melakukan lebaran ketupat dengan cara melaksanakannya dirumah saja dengan keluarga dan tidak menghindari perayaan atau kegiatan yang berkerumun untuk menghindari rantai penularan Covid-19.

Tanggapan Anda

Related posts