“Ya Abatah” Lagu “Bapak” Ciptaan Mendiang Didi Kempot yang Diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab oleh KH. Said Aqil Siraj

  • Whatsapp

Lagu “Abatah” merupakan terjemahan lagu karya mendiang almarhum Didi Kempot yang berjudul “Bapak”. Diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj. Harapannya, selain dapat dikenal luas oleh masyarakat hingga mancanegara, lagu ” Bapak” ini menjadi motivasi bagi kaum ayah untuk menjadi sosok yang bertanggung jawab sehingga putera-puteri generasi Bangsa memiliki karakter serta akhlak yang baik.

“Bapak” secara terminologi adalah pasangan seorang ibu. Kata bapak, di Indonesia sendiri punya sinonim ayah, pae, bapak, ayahanda. Bapak adalah bahasa universal.

Read More

Memang benar, يا ابتاه (ya Abataah), Nabi Isa atau Yesus dalam sebutan umat Kristiani, ketika ia akan disalib mengatakan, “Ya Abataah, ighfir lahum li annahum la ya’lamun ma dza yaf’alun” (O Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat ,” (Lukas, 23:34). Kalimat ini juga bisa dibaca dalam Buku “Sang Zahid: Mengarungi Sufisme Gus Dur” halaman 50.

Ya Abataah adalah kata sakral bagi umat Kristiani, maka tak heran banyak orang Kristen yang menggunakan kata ini untuk sebuah lagu ungkapan cinta. Bahkan, banyak yang menjual kaos berlafal ya Abataah di marketplace. Itu adalah bentuk ungkapan cinta mereka.

Tapi, apakah ya abataah saklek mengacu pada Yesus, seperti yang diyakini umat Kristiani atau umat Islam yang menyakini hal itu? Jawabannya tidak.

Mari kita tengok Surah Yusuf ayat 4, yang juga sering diamalkan para santri untuk pengasihan.  ” Idz qola Yusufu li abihi ya abati inni roaitu ahada asyaro kaukabaw wasy-syamsa walqomaro roaituhum li sajidin “

BACA  Salah Tanggap Hadapi Covid-19

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

Ternyata Nabi Yusuf juga memanggil Ayahandanya dengan ya abati.

Dalam literatur lain, putri nabi, Sayyidati Fatimah Ra, tatkala menyaksikan wafat Nabi, seraya Ia berseru:

“ya Abataah, ajaba rabbun da’ahu
Ya abataah, jannatul Firdaus ma’wahu
Ya abataah, ila Jibril nan’ahu”

Dalam dunia sastra, kita mengenal level makna, level diksi, meski mungkin secara denotasi bisa jadi sama. Kata “melihat” dan “melotot”, sama-sama menggunakan mata, tapi apakah akan menggunakan kata melotot kepada orang tua? Sama halnya bapak, bopo, ayah, ayahanda, ia tergantung kepada siapa digunakan. Orang Jawa lebih sopan menggunakan bopo/bapak ketimbang ayahanda. Begitupun orang kota, tentu saja ayahanda lebih keren ketimbang menggunakan “bapak/bopo”.

Lagu Bapak, dicipta Mas Didi untuk menceritakan sekaligus mengapresiasi seorang bapak dengan pernuh perasaan, sentimentil dan sangat sastrawi. Ya Abataah adalah bahasa tingkat tinggi. Yang tidak mudah dipahami orang-orang yang ilmu pengetahuannya tersekat pada hal-hal sempit.

Selengkapnya, bisa Anda tonton dengan mengklik tautan berikut ini;

https://youtu.be/Fm0jKrcTRZo

Tanggapan Anda

Related posts