Nasib Pekerja di Era Pandemi

  • Whatsapp

Seluruh dunia tengah dilanda berbagai tantangan yang semakin sulit. Mulai dari mewabahnya penyakit Covid-19 hingga terancamnya stabilitas masyarakat. Pergerakan masyarakat yang semakin terbatas sangat terlihat dan terjadi dalam jangka panjang. Contohnya adalah mobilitas ekonomi yang jika digambarkan dengan grafik akan terbentuk kurva menurun. Betul, menurun. Salah satu faktor penyebab keadaan ekonomi akhir-akhir ini adalah kebijakan WFH, atau Work from Home, yang diterapkan pemerintah efektif sejak April lalu.

Mayoritas pekerja yang berada di area perkantoran diwajibkan untuk libur pergi ke kantor dan menggantinya dengan menyelesaikan pekerjaan dari rumah. Para guru, dosen, dan civitas yang bergerak di bidang pendidikan pun terpaksa meliburkan siswa-siswinya dan menyelenggarakan kelas lewat media daring. Bagi mereka para pekerja swasta tentu bukan masalah besar karena mereka dapat bekerja di rumah dan tetap mendapat penghasilan.

Read More

Bagaimana dengan para pekerja kasar seperti buruh pabrik, pedagang cilok, dan orang-orang yang harus bertemu satu sama lain agar barang atau jasa yang mereka tawarkan dapat laku dan tetap menyambung hidup? Pada masa inilah kepekaan dan akal kita diuji sebagai umat yang meyakini Pancasila dan berdasar pada agama.

Kebijakan yang dibuat pemerintah hendaknya mengambil Pancasila sebagai dasar dan pertimbangan. Kita ambil contoh dari sila kelima. Seberapa jauhkah kesesuaian sila yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dengan kebijakan WFH. Masing-masing dari kita tentu memiliki opini sesuai kondisi dan kapasitas pengetahuan. Kita hanya harus berdoa dan berusaha agar keadaan menjadi lebih baik dan pemerintah dapat memikirkan solusi terbaik bagi rakyatnya.

BACA  Kisah Para Pemimpin Perempuan Melawan Pandemi Covid-19

Sembari menunggu tuan-tuan yang menduduki pemerintahan negeri ini memikirkan solusi atas pandemi, hendaknya kita memikirkan jalan tengah atas kegiatan ekonomi yang semakin menurun. Banyak hal yang dapat kita lakukan sembari menaati kebijakan WFH seperti bercocok tanam, memelihara ikan, membersihkan rumah, dan menambah ilmu dengan membaca buku.

Bercocok tanam merupakan kegiatan yang relatif bermanfaat. Kita dapat memanfaatkan lahan rumah kita dengan mebuat kebun kecil. Isi dari kebun tersebut ialah tanaman yang dapat dikonsumsi seperti sawi, bayam, terong, cabai, dan masih banyak lagi tanaman pangan yang dapat kita pilih. Kegiatan ini tidak memerlukan lahan luas dan biaya yang mahal. Tanaman hanya perlu media, tanah, dan sinar matahari untuk tumbuh. Dengan memanfaatkan kaleng bekas, toples, botol plastik menjadi pot tanaman, kita sekaligus mencegah sampah yang menumpuk dan menjaga lingkungan.

Selain bercocok tanam, kita dapat memulai memelihara ikan di rumah kita. Ikan yang dipelihara pun merupakan ikan konsumsi seperti nila, gurame, dan bawal yang dapat kita manfaatkan nantinya. Memelihara ikan konsumsi juga tidak memerlukan biaya yang mahal. Bila kita memiliki lahan minimal 1×1 meter, kita dapat membuat kolam ikan semi permanen dari terpal. Merawat ikan konsumsi pun tidak cukup sulit.

Untuk membuat ikan tetap sehat, kita hanya harus menjaga kualitas air kolam dan memberi pakan yang bagus. Atau kita dapat memberi arus buatan dengan meletakkan aerator yang dapat dibeli di toko perlatan ikan agar ikan senantiasa bergerak dan cepat bertambah besar. Ikan yang hidup di tengah arus cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih cepat daripada ikan yang hidup di air tenang. Selain dapat dimanfaatkan dagingnya, memelihara ikan konsumsi juga dapat menghilangkan stress dan relaksasi mata dengan melihat lenggak-lenggok ika dan mendengarkan suara gemericik air.

BACA  Jangan Anti Cina Kalau Hanya Banyak Berfantasi

Kegiatan yang dapat dilakukan selanjutnya adalah membaca buku. Melakukan pekerjaan di rumah tentulah menjadi sangat fleksibel dan akan menimbulkan banyak waktu luang. Membaca buku dapat menjadi salah satu solusi memanfaatkan waktu luang setelah pekerjaan kita selesai. Buku yang akan dibaca tentu sangat beragam sesuai keinginan. Orang yang menyukai komik akan lebih memilih komik sebagai bacaanya. Orang yang menyukai novel juga akan memilih novel sebagai buku bacaanya. Membaca buku juga menjadi salah satu saran untuk menambah pengetahuan. Buku-buku keilmuan sangat banyak beredar dipasaran dan beberapa dapat diperoleh dengan harga yang murah. Dengan membaca buku, waktu luang akan semakin bermanfaat sembari beraktivitas di rumah.

Dari uraian di atas, kita dapat membuat sebuah perubahan sekecil apapun untuk membuat keadaaan menjadi lebih baik. Kita hanya harus berusaha dan memiliki tekad yang kuat untuk melakukan sesuatu agar kita selalu dapat bertahan pada segala kondisi dan tetap kuat walau keadaan tidak mendukung.

Tanggapan Anda

Related posts