Bersepeda saat Pandemi, Solutifkah untuk Olahraga?

  • Whatsapp

PSBB telah dilaksanakan dibeberapa kota di Indonesia. Kota-kota pelaksana PSBB adalah daerah yang terpapar COVID sebagai zona merah bahkan zona hitam seperti di kota Surabaya. Tidak hanya sekali atau duakali pemerintah daerah melaksanakannya, adapula pelaksanaan PSBB sampai meliputi beberapa berfase. Setiap fase dilaksanakan berakhir dengan bertambahnya korban jiwa.

Aparat kepolisian tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat terkait pencegahan COVID-19. Mulai dengan membagi masker, menghukum yang tidak menggunakan masker, serta penyemprotan disinfektan di area jalan protokol. Pemerintah mulai menegaskan mengenai pelanggar PSBB, “penegakan hokum ini merupakan langkah terakhir apabila imbaun-imabuan tidak diikuti oleh masyarakat” ujar Irjen Nana. Timbal balik masyarakat justru enggan serta malas melaksanakan karena adanya denda yang cukup tinggi.

Read More

Solusi lain hadir pada wacana pemerintah yang akan menerapkan era New Normal, sebagai cara baru pencegahan COVID-19. Hal ini karena dampak dari COVID-19 yang berkepanjangan, dapat mempengaruhi seluruh aspek kegiatan masyarakat. Bentuk kegiatan New Normal berupa masyarakat tetap berkegiatan seperti biasa dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat tidak merasa terisolasi seperti ketika pelaksanaan PSBB.

Kesehatan merupakan satu hal yang penting ketika masa pandemi COVID-19. Terbukti bahwa masyarakat mulai senang berolahraga dengan dalih “mencegah COVID-19 dengan berolahraga”. Olahraga pilihan masyarakat saat ini adalah bersepeda. Lihatlah di waktu sore dan pagi jalan-jalan protokol dipenuhi oleh kayuhan sepeda.

Sepeda menjadi favorit untuk olahraga ketika pandemi, “karena orang merasa lebih cepat dalam menyelesaikan olahraga,” tutur Iwan. Kondisi badan pun tidak terlalu dipaksa lelah ketika bersepeda. Banyak toko sepeda kewalahan dalam melayani pesanan pembeli, Jumlah harga yang tidak murah, rela dirogoh oleh pembeli demi berolahraga. Fasilitas publik mulai dibuka oleh pemerintah, seperti car free day, dan tempat-tempat olahraga lainnya.

BACA  Pesantren Sebagai Pusat Pendidikan Toleransi di Indonesia

Sehingga dengan adanya era New Normal dan mulai dibukanya fasilitas publik oleh pemerintah. Masyarakat cenderung merasa aman dari COVID-19, karena mereka pun tidak tahu penularannya terjadi atau tidak. Foto-foto ketika bersepeda banyak beredar di sosial media. Beberapa ditemukan foto berdampingan tanpa radius satu meter, foto penggunaan masker yang belum benar, adapun foto dengan kondisi jalan raya macet akibat sepeda. Hal ini dapat membuktikan bahwa masyarakat kurang menjaga diri ketika bersepeda.

Pemerintah perlu berpikir ulang dengan keputusannya dalam mengatur suatu daerah. Perlu adanya teguran bagi pengguna sepeda, seperti pelaksanaan olahraga hanya di waktu car free day. Daerah dengan jalanan lebar akan mudah memberikan fasilitas bagi pengguna sepeda. Namun, tidak cocok bagi daerah dengan kondisi jalanan kecil, yang justru berdampak pada kemacetan pada jalan tersebut.

Bersepeda dianggap sebagai olahraga yang dapat membantu pencegahan COVID-19. Masyarakat perlu memahami kondisi lingkungan tempat mereka berkativitas, ketika bersepeda mengganggu atau tidak untuk pengguna jalan lain. Selain peduli dalam menggunakan jalan, menggunakan masker dan menjaga jarak adalah bagian penting dalam mewujudkan New Normal. Tidak ada salahnya pula pemerintah memberikan jalur khusus sepeda apabila bersepeda berdampak besar dalam pencegahan COVID-19.

Tanggapan Anda

Related posts