Benarkah Muslim Millenial Cenderung Tidak Moderat?

  • Whatsapp

Indonesia adalah Negara yang majemuk, yang di dalamnya terkandung perbedaan bahasa, suku, budaya, sampai kepada agama. Semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang mengartikan daripada definisi majemuk menjadi persatuan dalam keberagaman. Dari keberagaman tersebut tentu hal yang mendasari adalah multikultural dan plural. Semua orang berhak mendapatkan hak dan perlindungan, dari perbedaan sebagai harta kekayaan yang bersifat toleran.

Era sekarang berbicara mengenai millenial tentu tidak jauh dari semboyan ‘muda, kreatif, inovatif dan berfikir kritis’. Tetapi yang dimaksud adalah: kreatif, inovatif, berfikir kritis seperti apa? yang bisa menjadikan generasi millenial ini mencintai Negara, menjaga nilai tradisi dari bagian Negara ini. Nilai – nilai agama yang mereka kembangkan adalah kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, menghargai waktu, dan berorientasi ke depan. Semua agama yang ada sekarang mengajarkan nilai-nilai ini.

Read More

Kemudian ada beberapa sikap yang harus di pahami di antaranya ;

Pertama, sikap yang menganggap agamanya yang salah, sedangkan agama lain benar. Sikap ini mendorong terjadinya gejala perpindahan agama, seperti ada orang Islam pindah ke Kristen, dan sebaliknya ada orang Kristen pindah ke Islam. Begitu pula halnya dengan agama-agama lain. Kedua, sikap yang menganggap semua agama adalah sama. tidak ada kelebihan satu agama dari agama lain, dan sama-sama menjanjikan kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat atau hidup sesudah mati. Ketiga, sikap yang menganggap bahwa agama yang dianutnya benar, tetapi tidak menilai agama lain. Inilah sikap yang sebaiknya dikembangkan dalam menjaga kerukunan dan toleransi hidup beragama. Keempat, sikap yang meyakini bahwa hanya agamanya yang benar, sedang agama lain salah. Sikap inilah yang potensial menimbulkan friksi atau tindakan destruktif lainnya di kalangan orang-orang yang berbeda agama.

BACA  Selamat Harlah ke 60 PMII, Maaf Kadermu Belum Berkontribusi dalam Pandemi Korona

Menjadi muslim millenial yang tidak kaku maksudnya menghargai perbedaan dalam agama, budaya, bahasa dan kepercayaan. Inilah sikap yang sulit diterapkan pada era millenial sekarang. Karena menjadi untuk menjadi muslim yang tidak kaku adalah yang mempunyai jiwa tasamuh, taawun,dan tawadhu. Indonesia adalah negara terbesar penduduk muslim di dunia. Hal demikian menjadikan perbedaan sangat banyak dan tidak terhitung seberapa banyaknya yang terdapat di nusantara ini. Sebagai muslim millenial tentu ada beberapa sikap yang harus diterapkan seperti yang di ajarkan Jamiyyah Nahdlatul Ulama yaitu :

Bersikap Toleran, (maksudnya adalah menghargai perbedaan dalam agama maupun budaya), Bersifat Tawadhu, (menghargai sesama dan tidak menampakkan kesombongan apa yang di miliki). Bersifat moderat, (tidak ke kanan dan tidak ke kiri artinya bersifat tengah-tengah dan netral dalam memaknai sesuatu) Kemudian, agenda kita sekarang adalah bagaimana menjadikan agama sebagai penunjang modernisasi atau kemajuan bangsa dengan cara mengembangkan nilai-nilai agama yang relevan dengan itu. Seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, menghargai waktu dan berorientasi ke depan. Masyarakat yang bersifat pluralistik, sebenarnya, tidak hanya ciri khas masyarakat industri modern. Dalam pengalaman paling dini historisitas keberagaman Islam era kenabian Muhammad, masyarakat yang pluralistik secara religius telah terbentuk dan sudah pula menjadi kesadaran umum pada saat itu. Keadaan demikian, sudah sewajarnya lantaran secara kronologis agama Islam memang muncul setelah dahulu didahului oleh berkembangnya agama Hindu, Budha, Kristen-Katolik, Majusi, Zoroaster, Mesir Kuno maupun agama-agama lain. Untuk menjaga stabilitas persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia beberapa sifat yang harus di kedepankan adalah kepedulian terhadap negara dan pejuang kemerdekaan ini. Kita tidak bisa meniru para pahlawan, akan tetapi kita harus yakin dan mampu untuk meneruskan perjuangan dengan mengisi nilai-nilai kemerdekaan melalui sikap moderat dalam memaknai sesuatu, tidak ekstrem dalam bertindak, menghilangkan doktrin ke-egoan ketika menginginkan sesuatu, menjaga kebersamaan untuk merawat bingkai persatuan.

BACA  Bahasa Arab Ala Santri

Menjadi muslim yang millenial adalah dengan semangat mengisi perjuangan para ulama dan para penyebar Islam di nusantara, melalui sikap menghargai sesama muslim dengan tidak menjustice dengan sewenang-wenang. Hal ini demi menjaga stabilitas persatuan agama-agama di Indonesia. Maka dari itu, sebagai generasi penerus bangsa, inilah tugas bersama yang harus kita jaga.

Tanggapan Anda

Related posts