Menanti Langkah KAMI Selanjutnya

  • Whatsapp

Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan ploblematika yang sangat pelik, baik dalam sektor ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, budaya dan lain sebagainya.

Dan yang tidak kalah krusial adalah keprihatinan terhadap penegakan hukum kita yang masih selalu menunjukan keberpihakan pada salah satu kekuatan tertentu.

Read More

Sebagai mahasiswa yang dituntut menjadi agen of control, pendobrak zaman kearah kemajuan dan kritis terhadap kebijakan para pemegang roda kepemerintahan, kiranya penulis harus menundukan kepala sejenak, sekedar meminta maaf karena tidak cukup mampu berkontribusi memberikan solusi terhadap keadaan yang carut marut seperti saat ini.

Namun, pada hari minggu tanggal 2 Agustus terdapat beberapa tokoh yang mencoba memelintir nama mahasiswa menjadi sebuah jualan poltik dengan mengatasnamakan gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia (KAMI). Meskipun dalam deklarasinya mantan ketua PP Muhamadiyah Din Syamsudin menyakinkan bahwa gerakan KAMI ini murni gerakan moral bukan gerakan politik untuk memakzulkan atau memberhentikan sebuah rezim.

Kemudian dalam salah satu wawancara pada tanggal 2 Agustus, disalah satu stasiun televisi, pengamat politik, Burhanudin Muhtadi menyebutkan adanya kesamaan akronim terkait nama KAMI pada gerakan mahasiswa yang menjatuhkan soekarno pada tahun 1966. Statement tersebut menunjukan adanya penggiringan opini terhadap masyarakat maupun mahasiswa untuk mengikuti dan mendukung koalisi tersebut.

Terlepas dari motif kepentingan gerakan tersebut. Setidaknya kata KAMI yang dimaksud Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia adalah gerakan yang berbeda dengan KAMI pada tahun 1966 yang diinisiatori oleh Zamroni. Baik secara spirit maupun poros gerakanya. Disinilah penting bagi masyarakat untuk mengetahuinya agar tidak mudah terpengaruh dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

BACA  Kritik Ramadhan al-Buthi Terhadap Metodologi Sejarah Sigmund Freud

Jadi, sangat patut dinanti, apa langkah konkret selanjutnya yang akan diambil oleh KAMI untuk paling tidak membantu permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini. Apakah ada unsur kepentingan di dalamnya, ataukah benar-benar pyur untuk kepentingan masyarakat?

Tanggapan Anda

Related posts